Tanpa Kategori 20 Jan 2026 113

FKIK Unismuh Matangkan Program Spesialis lewat Kunjungan ke UNS dan UGM

FKIK Unismuh Matangkan Program Spesialis lewat Kunjungan ke UNS dan UGM

FKIK Unismuh Matangkan Program Spesialis lewat Kunjungan ke UNS dan UGM

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar (FKIK Unismuh) menggelar rangkaian benchmark pembentukan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah, Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Dermatologi dan Venerologi di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) pada Senin–Selasa, 19–20 Januari 2026. Kunjungan ini dilakukan di Ruang 1.1 Gedung Kantor Pusat FK-KMK UGM dan Ruang Sidang 3 Gedung A FK UNS untuk memperoleh masukan rinci terkait akademik, kurikulum, tata kelola, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem penjaminan mutu sebelum pembukaan tiga program spesialis di FKIK Unismuh.

Rombongan dipimpin Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), dan melibatkan jajaran pimpinan fakultas serta dosen dari calon program studi spesialis yang akan dibuka di Makassar. Melalui pertemuan tatap muka, paparan, dan diskusi panel dengan pimpinan fakultas serta departemen terkait di UNS dan UGM, FKIK Unismuh ingin memastikan desain program spesialis yang dibangun selaras dengan standar nasional dan praktik terbaik di perguruan tinggi rujukan.

Rangkaian Kegiatan di FK-KMK UGM
Di Yogyakarta, kunjungan berlangsung di Gedung Kantor Pusat FK-KMK UGM pada Senin, 19 Januari 2026, mulai pukul 11.00 hingga 14.30 WIB. Acara diawali pembukaan, sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., serta sambutan Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Suryani As’ad, diikuti penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama seluruh tim.
Agenda utama kemudian berlanjut dengan tiga sesi pemaparan dan diskusi terpisah oleh Departemen Ilmu Dermatologi dan Venerologi, Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Departemen Ilmu Bedah FK-KMK UGM. Dalam sesi tersebut, masing-masing departemen memaparkan pengalaman pengelolaan program spesialis, mulai struktur kurikulum hingga mekanisme pembinaan residen di rumah sakit pendidikan.

Fokus Diskusi Akademik dan Tata Kelola
Dalam kunjungan tersebut, FKIK Unismuh ingin memperoleh gambaran menyeluruh tentang aspek akademik, kurikulum, tata kelola program studi, SDM, sarana-prasarana, dan sistem penjaminan mutu sebagai acuan pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis 1 di Makassar. Pihak UGM menjelaskan pola penjaminan mutu internal dan eksternal yang diterapkan untuk menjaga mutu lulusan spesialis. 
Pihak FKIK Unismuh memanfaatkan sesi diskusi untuk menanyakan detail rasio dosen–residen, kapasitas ruang operasi, hingga skema kolaborasi antara fakultas dan rumah sakit pendidikan. Menurut agenda, tim akademik pascasarjana dan tim humas-protokol FK-KMK UGM turut hadir untuk memfasilitasi penjelasan terkait prosedur kerja sama dan alur administrasi akademik.

Komposisi Delegasi FKIK Unismuh
Delegasi FKIK Unismuh terdiri atas sembilan orang, termasuk dekan dan wakil dekan, dosen dari bidang Ilmu Bedah, Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Dermatologi dan Venerologi, hingga tim task force pembentukan program studi. Di antaranya terdapat Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N(K) selaku Wakil Dekan I, serta dr. Asdar, Sp.B yang juga Wakil Dekan III dan dosen calon Program Studi Dokter Spesialis Ilmu Bedah. 
Selain itu juga turut serta dr. H. Mahmud Ghaznawie, Ph.D., Sp.PA(K), dr. Andi Amal A. Makmur, M.Si., Sp.KK, FINSDV, FAADV, dan Dr. dr. Siti Musafirah, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV sebagai dosen di bidang Dermatologi, Venerologi, dan Estetika, serta dr. Andi Alamsyah Irwan, M.Kes., Sp.An-Ti, MN dari bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif. Kehadiran para dosen ini menunjukkan bahwa FKIK Unismuh menyiapkan tim akademik lintas disiplin sejak tahap perencanaan program spesialis. 

Kunjungan Lanjutan ke FK UNS
Sehari setelah agenda di UGM, rombongan melanjutkan studi banding ke Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret di Surakarta pada Selasa, 20 Januari 2026. Berdasarkan rundown acara, kunjungan berlangsung di Ruang Sidang 3 Gedung A FK UNS mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB untuk membahas pengelolaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) secara lebih teknis.
Acara dibuka oleh MC, kemudian dilanjutkan sambutan Dekan FK UNS Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K) dan perkenalan Dekan FKIK Unismuh Makassar Prof. Suryani As’ad. Setelah penyerahan plakat dan foto bersama, sesi berlanjut dengan paparan kebijakan pengelolaan bidang nonakademik PPDS oleh Wakil Dekan II FK UNS, Dr. Annang Giri Moelyo, dr., Sp.A(K).

Diskusi Pengelolaan Nonakademik dan Kemahasiswaan
Dalam paparan tersebut, pimpinan FK UNS menjelaskan pengelolaan sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan dukungan administratif yang menopang penyelenggaraan PPDS. Mereka memaparkan bagaimana fakultas mengatur beban kerja residen, fasilitas asrama, hingga dukungan logistik untuk pendidikan klinik di rumah sakit jejaring. Sesi berikutnya berisi diskusi nonakademik yang memberi ruang bagi delegasi FKIK Unismuh untuk menggali praktik terbaik terkait layanan kemahasiswaan PPDS. Pihak UNS menekankan pentingnya koordinasi antara fakultas, program studi, dan rumah sakit pendidikan dalam menangani aspek kesejahteraan residen dan sistem pelaporan masalah

Kebijakan Akademik dan Etika PPDS UNS
Pada pukul 10.15–10.30 WIB, kebijakan pengelolaan bidang akademik Program Studi PPDS dipaparkan oleh Wakil Dekan I FK UNS, Prof. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd. Ia menjelaskan garis besar kurikulum, sistem kredit, hingga mekanisme evaluasi kompetensi residen di berbagai tahap pendidikan. 
Selanjutnya, Dr. Ratih Dewi Yudhani, dr., M.Sc. memaparkan kebijakan pengelolaan kemahasiswaan dan pembinaan etika PPDS sebagai Wakil Dekan III FK UNS. Dalam paparan itu dijelaskan bahwa penguatan etika profesi, integritas, dan profesionalisme menjadi bagian penting dalam setiap rotasi klinik.

Pertemuan dengan Kaprodi PPDS
Diskusi mendalam dilakukan pada sesi pertemuan dengan para ketua program studi PPDS, Unit Pengelola Mahasiswa (UPM), dan Unit Pengelola Kurikulum (UPK) yang dijadwalkan pukul 10.45–11.45 WIB. Daftar peserta mencakup pimpinan PPDS Bedah, PPDS Anestesiologi, dan program lain yang relevan. 
Melalui pertemuan ini, delegasi FKIK Unismuh menanyakan pengalaman penyusunan standar kompetensi, sistem supervisi klinik, serta pola evaluasi logbook dan portofolio residen. Pihak UNS memaparkan bahwa keterlibatan aktif ketua program studi dan unit pendukung menjadi kunci kelancaran proses pendidikan spesialis dan menjaga mutu lulusan.

Harapan Penguatan Jejaring dan Tindak Lanjut
Dari rangkaian benchmark di Yogyakarta dan Surakarta tersebut, FKIK Unismuh menargetkan tersusunnya rancangan program studi spesialis yang kuat di aspek akademik, tata kelola, dan penjaminan mutu, sekaligus siap diajukan ke lembaga akreditasi dan regulator terkait.  Delegasi juga menjajaki peluang kerja sama lebih jauh, seperti bimbingan kurikulum, pendampingan pengelolaan PPDS, dan pertukaran dosen maupun residen dengan FK UNS dan FK-KMK UGM. FKIK Unismuh berharap, setelah kunjungan ini akan tersusun peta jalan pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah, Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Dermatologi dan Venerologi yang dapat mulai diimplementasikan sesuai regulasi nasional. Melalui penguatan jejaring dengan dua fakultas kedokteran besar di Jawa, Unismuh menargetkan lahirnya program spesialis yang mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan rujukan di Kawasan Timur Indonesia.

Reporter : dr. Ikhsan Mursad


Bagikan: WhatsApp Twitter Facebook