MAKASSAR – Organisasi kemahasiswaan Medical Art Club (MAC) sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) ke-X yang berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025 hingga Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan yang berlokasi di Villa Tanjung ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja satu periode terakhir sekaligus memilih nahkoda baru guna memastikan keberlanjutan organisasi yang berfokus pada pengembangan minat seni mahasiswa kedokteran.
Melalui forum tertinggi tersebut, Andi Fatahillah resmi terpilih sebagai Ketua Umum MAC FK UNISMUH periode 2025-2026. Pemilihan ini menandai babak baru bagi organisasi setelah melewati serangkaian diskusi strategis mengenai penguatan regenerasi dan pembenahan internal yang mengusung tema "Sinergi Kreativitas Mahasiswa sebagai Upaya Penguatan Regenerasi MAC FK UNISMUH yang Progresif".
Ketua MAC periode sebelumnya, Muhammad Nuriansyah, dalam laporannya memaparkan sejumlah keberhasilan program kerja selama masa jabatannya. Beberapa agenda besar yang telah terealisasi antara lain kompetisi seni Articulatio, pentas seni Gelora Seni, serta program pengembangan bakat One Day with MAC dan Class of Tik.
Meskipun mencatat berbagai kesuksesan, Nuriansyah mengakui adanya tantangan berat terkait komitmen personel di tengah kesibukan akademik mahasiswa kedokteran. Ia menjelaskan bahwa beberapa kepanitiaan sempat mengalami kendala kekurangan anggota yang aktif di tengah jalan.
"Momen paling berat adalah ketika kepanitiaan namun banyak yang hilang otomatis di-back up secara collective collegial itu untuk melewatinya," ujar Muhammad Nuriansyah.
Selain masalah personel, ia juga menyoroti kendala komunikasi internal yang masih sering diwarnai oleh miskomunikasi antarbagian. Namun, Nuriansyah menekankan bahwa rasa cinta terhadap organisasi menjadi kunci utama untuk tetap bertahan dan menyelesaikan tugas hingga akhir masa jabatan.
"Hal yang perlu dimiliki generasi selanjutnya utamanya pengurus MAC FK UNISMUH adalah menanamkan rasa tanggung jawab dan rasa amanah yang tinggi dan cinta kepada MAC sehingga menjadi stresor dalam membangun dan mengembangkan MAC FK UNISMUH," tuturnya lebih lanjut.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Terpilih MAC FK UNISMUH, Andi Fatahillah, membawa visi perbaikan yang ia analogikan sebagai upaya menambal celah dalam sebuah cerita. Ia menilai ada beberapa bagian dalam manajemen organisasi yang perlu diperjelas agar roda organisasi berjalan lebih efisien dan terarah.
"Dalam suatu film ada namanya plot hole, ketika suatu alur film seperti ada yang salah, tidak lengkap, atau tidak jelas dan saya melihat itu. Saya melihat ada yang bisa diperbaiki, ada lubang yang harus diisi dan itu dibahasakan di visi misi saya," kata Andi Fatahillah dalam pidato pertamanya.
Salah satu langkah konkret yang akan diambil Fatahillah adalah memperketat kontrak profesionalitas antara pelatih seni dan anggota yang dilatih. Ia menyayangkan kejadian di masa lalu di mana komitmen yang telah ditandatangani di atas kertas tidak berbanding lurus dengan kehadiran di lapangan saat latihan maupun penampilan.
Fatahillah juga menegaskan bahwa kepemimpinannya akan bersifat inklusif, di mana setiap anggota memiliki ruang yang sama untuk bersuara. Ia berencana untuk selalu menyerap aspirasi dari anggota, dewan penasihat, hingga alumni sebelum mengambil kebijakan strategis bagi organisasi.
Selain pembenahan internal, MAC FK UNISMUH di bawah kepemimpinan baru menargetkan ekspansi prestasi ke ranah yang lebih luas. Fatahillah menjelaskan bahwa setelah fondasi internal dan pengembangan bakat anggota stabil, organisasi akan fokus untuk mengirimkan perwakilan dalam berbagai perlombaan seni di tingkat nasional.
Saat ini, formatur kepengurusan baru sedang menyusun struktur lengkap untuk mendukung jalannya visi misi selama satu tahun ke depan. Musyawarah Besar ke-X ini diharapkan menjadi titik balik bagi MAC FK UNISMUH untuk menjadi wadah kreativitas yang lebih profesional, progresif, dan mampu menyeimbangkan peran mahasiswa antara tuntutan akademik medis dan pengembangan seni.